Sederhana
Sederhana
Awalnya saya pikir dia bangga memiliki saya terlepas dari segala kekurangan yang saya miliki, saya pikir juga ia akan berpikir ribuan kali untuk meninggalkan saya karna sangking sayangnya, saya pikir dia mau menemani saya ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas atau hanya sekedar membaca novel-novel favorit saya, menemani saya makan di kantin meskipun saya hanya memesan nasi,telur dadar dan air putih hangat, mengantar saya ke tempat-tempat yang sangat ingin saya kunjungi bersama, menemani saya menonton film-film yang episode nya belasan, menemani saya ditengah malam dengan suaranya yang khas melalui telepon, memberikan saya dukungan atas apa yang akan saya lakukan, hadir saat moment terpenting saya, tersenyum dan bilang "kamu mau kemana?" dan memiliki tabungan bersama. Terlepas dari apa yang saya pikirkan diawal tentang kamu tidak membuat saya berhenti mencintai kamu karna seiring berjalannya waktu semua hal yang saya pikirkan tidak terlaksana tapi saya tetap bahagia dengan kebahagiaan lain yang telah kamu berikan, hal sesederhana apapun itu bila dilakukan denganmu rasanya jadi istimewa misalnya keliling kota dengan motor matic dan helm yang saling beradu ditemani alunan musik syahdu ditelinga kananku dan telinga kirimu, sederhana bukan? Hal-hal di atas seperti telah dilalui padahal hanya berangin-angin ria bersama dipenghujung malam.
Apapun moment nya tidak jadi ajaib dan mengesankan begitu saja tapi dengan siapanya itu yang akan merubah perspektif kita tentang bahagia.
Dariku,
Yang pernah kau bahagiakan.
Awalnya saya pikir dia bangga memiliki saya terlepas dari segala kekurangan yang saya miliki, saya pikir juga ia akan berpikir ribuan kali untuk meninggalkan saya karna sangking sayangnya, saya pikir dia mau menemani saya ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas atau hanya sekedar membaca novel-novel favorit saya, menemani saya makan di kantin meskipun saya hanya memesan nasi,telur dadar dan air putih hangat, mengantar saya ke tempat-tempat yang sangat ingin saya kunjungi bersama, menemani saya menonton film-film yang episode nya belasan, menemani saya ditengah malam dengan suaranya yang khas melalui telepon, memberikan saya dukungan atas apa yang akan saya lakukan, hadir saat moment terpenting saya, tersenyum dan bilang "kamu mau kemana?" dan memiliki tabungan bersama. Terlepas dari apa yang saya pikirkan diawal tentang kamu tidak membuat saya berhenti mencintai kamu karna seiring berjalannya waktu semua hal yang saya pikirkan tidak terlaksana tapi saya tetap bahagia dengan kebahagiaan lain yang telah kamu berikan, hal sesederhana apapun itu bila dilakukan denganmu rasanya jadi istimewa misalnya keliling kota dengan motor matic dan helm yang saling beradu ditemani alunan musik syahdu ditelinga kananku dan telinga kirimu, sederhana bukan? Hal-hal di atas seperti telah dilalui padahal hanya berangin-angin ria bersama dipenghujung malam.
Apapun moment nya tidak jadi ajaib dan mengesankan begitu saja tapi dengan siapanya itu yang akan merubah perspektif kita tentang bahagia.
Dariku,
Yang pernah kau bahagiakan.
Komentar
Posting Komentar