Aku tidak menyesal
Aku tidak menyesal
Jika ditanya apakah aku menyesal menjadi aku yang mencintaimu? Jawabannya adalah tidak, tidak sama sekali. Aku hanya kesal mengapa aku masih saja cinta padahal kamu sudah jauh melangkah pergi dan mencari penggantiku.
Menyesal hanya untuk mereka yang tidak tulus, karna sesungguhnya rasa bila dibiarkan terluka tidak akan berubah jadi dusta hanya akan tetap jadi rasa yang sama meskipun rasa itu hanya dipegang sendiri. Sudah paham sampai detik ini bagaimana aku mencintaimu? Bagaimana caraku menghadapi perpisahan yang sebenarnya tidak aku inginkan tapi kita juga tidak bisa memaksa seseorang tetap bersama sedangkan hatinya ingin sekali beranjak pergi, maka dari itu aku biarkan kamu keluar, keluar mencari rumput tetangga yang 'katanya' lebih hijau dari rumput sendiri. Aku hanya seorang manusia yang punya hati yang dikala kehilangan sesuatu yang berharga akan merasa sedih, hal itu wajar kalau punya HATI. Hal yang aku sayangkan adalah ketika tidak sempat melakukan banyak kegiatan yang dilakukan berdua dan lebih parahnya kamu dengan mudah melakukan itu ke orang lain jadi untuk menyesal pun aku sudah malas, malas mengulang ngulang waktu yang belum berjalan bersamamu karna dengan begitu aku akan semakin terjebak disana, lubang yang kamu ciptakan tapi aku menganggapnya sebagai rumah, bodoh memang.
Menyesal hanya untuk sebuah kesalahan, jadi mencintaimu bagiku bukan sebuah kesalahan melainkan pembelajaran hidup yang menampar diriku bahwa orang yang paling dekat adalah orang yang punya potensi besar untuk menyakiti bahkan menghancurkan kita secara perlahan bahkan sekaligus, dunia memang begitu kawan.
Banyak sekali kejutannya melebihi kejutan ulang tahun.
Intinya aku tidak menyesal dan aku bahagia, tapi jika aku menangis lagipun berarti aku masih merasa kehilanganmu.
Jika ditanya apakah aku menyesal menjadi aku yang mencintaimu? Jawabannya adalah tidak, tidak sama sekali. Aku hanya kesal mengapa aku masih saja cinta padahal kamu sudah jauh melangkah pergi dan mencari penggantiku.
Menyesal hanya untuk mereka yang tidak tulus, karna sesungguhnya rasa bila dibiarkan terluka tidak akan berubah jadi dusta hanya akan tetap jadi rasa yang sama meskipun rasa itu hanya dipegang sendiri. Sudah paham sampai detik ini bagaimana aku mencintaimu? Bagaimana caraku menghadapi perpisahan yang sebenarnya tidak aku inginkan tapi kita juga tidak bisa memaksa seseorang tetap bersama sedangkan hatinya ingin sekali beranjak pergi, maka dari itu aku biarkan kamu keluar, keluar mencari rumput tetangga yang 'katanya' lebih hijau dari rumput sendiri. Aku hanya seorang manusia yang punya hati yang dikala kehilangan sesuatu yang berharga akan merasa sedih, hal itu wajar kalau punya HATI. Hal yang aku sayangkan adalah ketika tidak sempat melakukan banyak kegiatan yang dilakukan berdua dan lebih parahnya kamu dengan mudah melakukan itu ke orang lain jadi untuk menyesal pun aku sudah malas, malas mengulang ngulang waktu yang belum berjalan bersamamu karna dengan begitu aku akan semakin terjebak disana, lubang yang kamu ciptakan tapi aku menganggapnya sebagai rumah, bodoh memang.
Menyesal hanya untuk sebuah kesalahan, jadi mencintaimu bagiku bukan sebuah kesalahan melainkan pembelajaran hidup yang menampar diriku bahwa orang yang paling dekat adalah orang yang punya potensi besar untuk menyakiti bahkan menghancurkan kita secara perlahan bahkan sekaligus, dunia memang begitu kawan.
Banyak sekali kejutannya melebihi kejutan ulang tahun.
Intinya aku tidak menyesal dan aku bahagia, tapi jika aku menangis lagipun berarti aku masih merasa kehilanganmu.
Komentar
Posting Komentar