Bagaimana aku sekarang?


Bagaimana aku sekarang ?

            Aku lebih sering tertawa padahal hatiku begitu terluka, terlihat baik bukan berarti baik-baik saja aku hanya berusaha menyadarkanmu bahwa kehilangan bukan menjadi alasanku untuk berhenti tertawa tapi tetap saja saat sendirian aku menangis sejadi-jadinya apalagi saat melewati tempat-tempat bersejarah perjalanan kita.
            Apakah kamu juga begitu? Atau kamu hanya cukup mengingatnya sebentar lalu beralih ke kebebasan yang selama ini kamu inginkan? Aku sudah cukup jauh menaruh kamu di hatiku jadi untuk kehilanganmu dan beralih ke hal lain aku belum mampu, aku belum bisa bahkan belum ada keinginan untuk itu. Maaf jika banyak bisikan rindu setelah aku kehilanganmu, percayalah setelah tidak lagi bersama rinduku semakin meronta ronta tidak tahu malu memang.
            Setelah hilangmu aku jadi jarang sekali mampir ke warkop takut kenangan malam-malam itu berputar kembali, bahkan tiap jalan yang aku lewati menjadi begitu menyakitkan ketika aku harus melewatinya seorang diri. banyak yang aku berusaha lakukan agar tidak lagi memikirkanmu seperti jalan-jalan, makan makanan mahal, berinteraksi dengan banyak orang tapi akhirnya tetap sama kamu tetap melintas walaupun sejenak.
            Aku semakin sering dipukuli oleh kenyataan yang mengatakan aku sudah tidak lagi bersamamu, meski diam-diam aku sering memperhatikanmu dari kejauhan ketahuilah itu masih saja kurang karna melihat senyum manismu saja belum cukup untuk menutupi luka-luka itu terlebih lagi luka kehilanganmu.
            Kata orang aku berhasil memanipulasi hari-hariku tanpanya, benar aku berhasil menipu semua orang tentang rasa sakitku setelah kehilanganmu tapi apa itu menguntungkan diriku? Tidak teman. Justru itu malah membuat aku semakin terperangkap dan dililit ribuan tali tambang.
            Setelah dipikir-pikir kembali memang seharusnya kita berpisah karna percuma saja jika hanya aku yang cinta sementara kamu acuh tak acuh tapi tetap aku cintai. Terkadang saat aku berpikir kenapa aku harus kehilanganmu sekarang Tuhan beri aku petunjuk kalau bukan sekarang mau sampai kapan lagi aku terus menerus mencintai dengan sepihak mau sampai kapan lagi aku berjuang sendirian sedang kamu enak-enakan saja dengan duniamu tanpa peduli aku ini seorang yang berharga bagimu.
            Tidak banyak yang aku tangisi dan sesali setelah kehilanganmu, karna dari situlah aku belajar bahwa menemukan seseorang yang mencintai kita dengan tulus dan apa adanya itu bukan perkara yang mudah.

Komentar