Benarkah kita sudah berpisah?


Benarkah kita sudah berpisah?

            Berpisah denganmu bukan lagi jadi hal yang sulit dipercaya karena sebelum kehilanganmu aku sudah merasa bahwa aku berjalan seorang diri hanya ditemani bayangan kenangan kita, entah aku gila atau semacamnya tapi sepiku sebelum kehilanganmu lebih dahsyat dari fase setelah aku kehilanganmu. Berkali-kali mereka bertanya apa benar kalian sudah berpisah? Lantas untuk apa lagi bertahan pada hati yang sudah putar haluan, tidak akan bisa berjalan ke arah yang sama secara bersamaan hanya akan membuat kapal itu ter ombang-ambing tak tentu arah.
            Berkali-kali disangkal tidak mengubah semuanya, aku dengan diriku dan kamu dengan dirimu kita sudah bukan lagi satu kesatuan yang bersuara hanya sebagai kenangan bisu yang berputar tiba-tiba tanpa tombol putar dan berhenti. Benar kita sudah berpisah? Benar dan sangat dibenarkan. Tapi apa aku siap melewatinya? Untuk saat ini aku tidak siap memulai kembali meski benar kita sudah berpisah tetap saja raga ini ingin terus di sampingnya tidak peduli dengan siapa kini dia bersandar, bersikeras aku tampar diriku sendiri berkali-kali tetap ia tidak mau bangun dan menghadapi kenyataan pahit ini. Hanya sendu, pilu dan rapu yang jadi teman hampaku karna memang benar kita sudah tidak lagi satu. Sekuat apapun menyangkal kenyataan tetap saja tidak akan merubah apapun tidak merubah sedikitpun perasaanmu, memang benar kita sudah berpisah tapi apakah dengan mudah kamu lupakan semua? hal-hal yang mungkin tidak bisa kamu lakukan dengan selain aku atau mungkin juga kamu bisa lebih bangga memiliki orang lain dibanding aku. Tak banyak kata yang aku ucapkan untuk perpisahan naas kita yang menjadi keinginan terbesarmu.

Pesanku
Berbahagialah kamu dengan seseorang yang tulus dan menerima kamu apa adanya, jaga kesehatan dan jangan lupakan ibadahmu, semoga dia yang lebih akan pula memberikan kamu lebih dari sekedar cinta.



Komentar