Mengagumi Tanpa Memiliki


Menyenangkan rasanya bisa melihatmu tersenyum meskipun dari kejauhan, menghantarkan seberkas rindu yang tak sampai pada tuannya. Setidaknya aku tidak dilarang menemui senyummu diujung persimpangan.
Beruntung aku pernah kau lewati, pernah menjadi jalan pintas saat kamu menempuh jalan utama. Meskipun tujuanmu bukan aku, setidaknya jalanku pernah ada dalam rencanamu.
Begitulah rupanya aku bersyukur karna bertemu denganmu, seseorang yang mampu membuat aku tertawa meski tak sengaja dibuat tertawa.
Terkejar tapi tak tergapai, persisnya kamu seperti kupu-kupu indah yang kerap mampir ditamanku. Sungguh, aku benar-benar kehabisan kata saat melihatmu bercerita yang kerap menimbulkan tawa disela-sela aku yang menganga menyaksikan keindahan manusia yang tuhan ciptakan begitu sempurna.
Banyak harap, angan dan keinginan untuk memilikimu tapi tanganku tak sampai bila harus mengenggam jari-jarimu lain halnya jika kamu mau mengulurkannya untukku maka kita akan bertemu pada satu genggaman hangat ditengah hujan yang turun begitu cepat.
Kamu terlalu sempurna untuk dimiliki, aku sadar banyak kecewa yang aku buat sehingga aku tidak pantas untukmu, mungkin kata "mengagumi" terlihat lebih masuk akal untukku. Baiknya aku menjadi pantas jika hanya sekedar mengagumi, tanpa meletakan perasaan dan pengharapan yang lebih.

Tidak apa-apa, sesiapnya saja. Aku menunggu hingga kau siap, mau dan menerima.

Oh iya, beritahu aku jika mengagumi ini terlalu menganggumu, terlalu mengusik harimu dan terlalu membuatmu merasa aku ini memaksa. Sejatinya kamu terlalu sempurna untuk aku rusak harinya. Saat ini, esok bahkan hari-hari lainnya jika  kamu melewatkan seorang diri percayalah aku ada dibelakangmu. seseorang yang mengagumi tanpa bisa memiliki, ya itu aku.

Semoga kamu membaca ini dan mau menaikkan level mengagumi jadi memiliki.
Anganku cukup tinggi, maaf ya.

Dariku
yang mengagumimu

Komentar