Menunda Rasa Sakit
Kita ini apa?
Teman, lebih atau tidak semacamnya
Kita ini apa?
Dekat atau tidak seperti kelihatannya
Kita ini apa?
Saling ada tapi bukan dalam poros yang sama
Seperti apa aku dihatimu, begitupun sebaliknya
Bagaimana menjawab semua pertanyaan ambigu itu?
Aku tidak masalah
Selama kita masih mencari
Hingga kita saling bertemu
Di benua pelarian yang abu-abu.
Kita, kita dan kita
Terus saja berdalih bahwa kalian sudah jadi kita, padahal dipastikan saja belum kamu satu satunya dihatinya juga belum tentu, lantas bagaimana bisa kata kita terlontar dengan sembarangan? Rancuni pikiranmu sendiri dengan kata kita padahal bukan siapa-siapa. Rasa sakitmu bukannya tidak ada tapi hanya tertunda dengan bualan-bualan dan canda tawa yang perlahan juga akan sirna pada waktunya.
Berusaha memantaskan satu sama lain, berusaha selalu ada dan usaha-usaha lain bukan semata-mata perasaan kami saling bertautan hanya saja belum siap merasakan kepahitan itu sekali lagi, masih menunda rasa sakit yang mungkin rasanya akan lebih. Tidak ingin memastikan bukan berarti dia ingin menjaga perasaan, dia hanya mengulur waktu untuk kamu, untuk rasa sakit yang nantinya dia beri. Dia masih punya jalan lain yang bisa ditempuh disaat semua jalan tertutup rapat, jalan itu adalah jalan yang kamu tawarkan yang katanya akan sampai dipelabuhan nyatanya beda pelayaran.
Sebenarnya tidak pantas seseorang yang digantung rasa rindu memintanya untuk tidak pergi tanpa punya ikatan yang jelas dan terurus, dia sungguh tidak apa tapi bagaimana jika sudah waktunya kamu akan kesulitan menemukan cara agar baik-baik saja. Rasa sakitmu yang harusnya telah usai jika dia tinggal pergi diawal tidak akan semenyakitkan sekarang. Hanya memupuknya sedikit panen rasa sakitnya yang berlebihan, yang menunda itu kamu bukan dia.
Lekas putuskan bagaimana kamu akan berjalan, tangannya memang menggantung bebas tapi dia juga punya potensi melepaskan disaat semuanya terlalu berat dan erat.
Maju mundur itu pilihanmu, sakitnya sekarang atau nanti juga itu kamu yang putuskan. Dia tidak bersalah, hanya saja sikapnya terlalu banyak untuk manusia kosong sepertimu.
Sudahi, hadapi atau tetap begini.
Teman, lebih atau tidak semacamnya
Kita ini apa?
Dekat atau tidak seperti kelihatannya
Kita ini apa?
Saling ada tapi bukan dalam poros yang sama
Seperti apa aku dihatimu, begitupun sebaliknya
Bagaimana menjawab semua pertanyaan ambigu itu?
Aku tidak masalah
Selama kita masih mencari
Hingga kita saling bertemu
Di benua pelarian yang abu-abu.
Kita, kita dan kita
Terus saja berdalih bahwa kalian sudah jadi kita, padahal dipastikan saja belum kamu satu satunya dihatinya juga belum tentu, lantas bagaimana bisa kata kita terlontar dengan sembarangan? Rancuni pikiranmu sendiri dengan kata kita padahal bukan siapa-siapa. Rasa sakitmu bukannya tidak ada tapi hanya tertunda dengan bualan-bualan dan canda tawa yang perlahan juga akan sirna pada waktunya.
Berusaha memantaskan satu sama lain, berusaha selalu ada dan usaha-usaha lain bukan semata-mata perasaan kami saling bertautan hanya saja belum siap merasakan kepahitan itu sekali lagi, masih menunda rasa sakit yang mungkin rasanya akan lebih. Tidak ingin memastikan bukan berarti dia ingin menjaga perasaan, dia hanya mengulur waktu untuk kamu, untuk rasa sakit yang nantinya dia beri. Dia masih punya jalan lain yang bisa ditempuh disaat semua jalan tertutup rapat, jalan itu adalah jalan yang kamu tawarkan yang katanya akan sampai dipelabuhan nyatanya beda pelayaran.
Sebenarnya tidak pantas seseorang yang digantung rasa rindu memintanya untuk tidak pergi tanpa punya ikatan yang jelas dan terurus, dia sungguh tidak apa tapi bagaimana jika sudah waktunya kamu akan kesulitan menemukan cara agar baik-baik saja. Rasa sakitmu yang harusnya telah usai jika dia tinggal pergi diawal tidak akan semenyakitkan sekarang. Hanya memupuknya sedikit panen rasa sakitnya yang berlebihan, yang menunda itu kamu bukan dia.
Lekas putuskan bagaimana kamu akan berjalan, tangannya memang menggantung bebas tapi dia juga punya potensi melepaskan disaat semuanya terlalu berat dan erat.
Maju mundur itu pilihanmu, sakitnya sekarang atau nanti juga itu kamu yang putuskan. Dia tidak bersalah, hanya saja sikapnya terlalu banyak untuk manusia kosong sepertimu.
Sudahi, hadapi atau tetap begini.
Komentar
Posting Komentar