Tak Pernah Diinginkan
Sebenernya
dari awal ketemu dia saya udah punya firasat bahwa ini gak akan lama, tapi
bertahan selama kurang lebih 7 bulan padahal saya bukan orang yang dia inginkan
cukup bikin saya mikir bahwa saya sudah jadi lembaran pertama buku kesukaannya
yang selalu dia buka padahal bukan saya yang mau dia baca.
Hadir
tanpa diminta dan tanpa sengaja menjadikan saya sesuatu yang ada tapi tidak
diinginkan, entah seperti apa inginnya yang sungguh sampai-sampai ada atau
tidak adanya saya bukan hal yang berarti buat dia, hingga akhinya saya memilih
untuk pergi dia tetap tidak apa-apa. Kehilangan saya bukan jadi musuh
terbesarnya tapi partner karibnya. Saya masih berharap dicari karna mungkin dia
sadar bahwa dia emang butuh saya buat ada dihidupnya walaupun cuma sekedar menemani
dia makan mie dengan telur setengah matang atau berbagi cerita yang sebenernya
gak lucu-lucu banget.
Tidak
diinginkan berarti ketika hilang tidak dicari, tidak dihubungi, tidak lagi peduli
dan tidak ingin saling menemui. Saya justru kebalikannya, sangat menginginkan
ini dan itu yang aktifitasnya berkaitan sama dia tapi saya sadar kembali bahwa
saya memang bukan sesuatu hal yang lebih menarik dibandingkan kucing yang
menindihi tugas-tugas akhirnya.
Kalau
saya pernah jadi pernahnya dulu mungkin saya akan bilang “saya tunda kepergian
ini supaya pernahmu tetap buat saya sampai akhir.” Sayangnya dia tidak pernah
bilang begitu. Dia malah meringankan kepergian saya dengan “baik-baik terus ya.”
Padahal dia tau kalo saya pergi dia kehilangan lagi, entah karna saya yang
tidak pernah diinginkan makanya kata merelakan cukup singkat terucap dan
kelihatan mantap.
Saya
punya seribu satu cara untuk kembali, tapi saya gak pernah mau ambil opsi yang
satu ini karna saya tau kalau dari awal saya bukan yang diam mau, bertahan hanya
akan memperparah keberadaan saya bahkan perasaan-perasaan kecil saya yang udah
terlanjur buat dia. Karna buat saya percuma ada tapi bukan yang pertama,
percuma ada tapi bukan satu-satunya, dan percuma ada kalau tidak pernah
diinginkan. Kata percuma rupaya sudah sangat melekat dengan saya, melakukan
sesuatu yang gegabah ke orang seperti dia adalah kepercumaan saya yang paling
fatal. Hingga sampai diakhir saya tetap begini-begini saja. Tidak ditahan,
tidak disayang tapi dengan mudah direlakan. Saya gak benci kamu karna saya merasa
tidak diinginkan, kosakata cinta saya terlalu banyak untuk dibaluti rasa marah
dan benci yang bagi saya gak mampu melampaui rasa sayang itu.
Saya pergi tidak dia
cari, kalaupun saya kembali sudah pasti dia tidak peduli, sesingkat itu. Sekarang
saatnya saya mencoba untuk tidak menginginkan siapa-siapa supaya nantinya tidak
ada yang merasa di tidak inginkan.
Komentar
Posting Komentar