Saling lupa lagi
Lagi lagi hari dimana sebuah perpisahan melambai bebas disebrang sana. Memaksa raga dan batin saling bertukar peran, merasa lelah dengan keadaan yang selalu punya ending yang sama. Datang, pergi, kembali, hilang, lupa, dan jumpa. Semua benar-benar berakhir dihari ini, usaha yang siang malam dipupuk, pertahanan yang setiap menit dibangun sebentar lagi akan roboh dalam hitungan jam. Perlahan dipaksa merelakan sesuatu yang menyakitkan namun menyenangkan membuat semua darah dalam diri berhenti mengalir. Seperti ingin menghentikan waktu dan punya banyak kesempatan untuk mengulang dan bersama.
Entahlah, setelahnya dunia kembali akan pontang panting mencari titik senang. Dia kian bebas berlabuh dipelabuhan baru atau kembali ke pelabuhan dimana hatinya diporak porandakan.
Rumah yang berusaha aku suguhkan nampaknya tidak lebih baik dari tinggal dijalanan bersama kebebasan. Tempat dimana seharusnya manusia pulang dan beristirahat malah dijadikan tempat singgah yang hanya memperlambat luka baru yang menyayat pelan-pelan.
Tidak bisakan dia diam tanpa perlu menyakiti? Apa hanya dengan itu dunianya semakin membaik?
Ku pikir pelabuhan terakhirnya adalah diriku yang dengan senang hati menyuguhkan apa-apa saja yang ia senangi namun ternyata semua yang ia senangi juga derdampak buruk bagi kita, khususnya aku.
Pengaruh buruk yang selalu iya-iya saja pada perlakuan yang salah.
Aku tidak tahu sampai kapan perasaan ini habis dan berhenti dititik menyakitkan, rasanya semakin lama semakin deras sama dengan air mata penghiasnya, deras yang tak kunjung reda.
Sebagian raga ingin menyerah dan sudah namun sisanya berontak ketika harus berpisah apalagi saling hilang dan lupa. Kembali jadi hilang yang utuh ketika banyak pasang mata yang menyuruhku untuk sudah namun hati terdalam menolak sekuat-kuatnya.
Setiap doa yang dipanjatkan tak kalah ku sebut namanya diselipan harapan kepada Yang Maha kuasa sebab dengan begitu takdir akan lebih masuk akal dan tidak menyalahkan keadaan.
Aku, si pendosa yang tidak pernah kapok akan derita harus terus melewati segala pahit akibat dosa yang diperbuat dengan sadar dan sengaja.Pantas saja Tuhan selalu hadirkan luka, kalau cara mencintainya pun tidak menggunakan akal yang waras hanya berdalih dikata sayang lalu mengabulkan segalanya.
Kata hati-hati dihari ini nampak berbeda dari hati-hati sebelumnya, karna hati-hati kali ini menandakan bahwa dia tidak akan lagi kembali, untuk saat ini.
Komentar
Posting Komentar