Tidak Pernah Kehilangan
Apa
yang paling diingat ketika kehilangan seseorang atau sesuatu yang disukai? Rasa
sepi, salah satunya. Tapi bagaimana ketika kehilangan sepinya juga tidak pernah
ada? Lalu bisakah hal tersebut dinamakan kehilangan?
Singkatnya
begini, saya kehilangan kamu dan setelah ini kita bukan lagi apa-apa dihati
masing-masing, saya akan berubah dan kamupun sama. Lain cerita jika kamu yang
kehilangan saya, karna sejauh apapun saya pergi kamu tahu jawaban saya pasti kembali lagi, lagi,
dan lagi. Memasuki beberapa lubang yang pernah membuat saya jatuh berkali-kali,
makanya kehilangan saya tidak pernah jadi hal yang mengerikan sebab hilangnya
saya cukup membebaskan kamu dari ini itu yang berkaitan dengan saya tetapi hal
lainnya tidak. Karna kamu tahu saya akan iya-iya saja dan memaafkan, kamu
senang menarik ulur keberadaan saya yang akhirnya jadi lelucon antara kamu dan
perempuan itu.
Sampai
sejauh ini saya paham kenapa kamu enggan melepaskannya dan lebih memilih untuk
kehilangan saya, karna dia tidak seperti saya dia bukan orang yang rela kembali
saat kamu sedang tertatih-tatih, dia bukan orang yang mau memaafkan
berkali-kali atas kesalahan yang itu-itu saja, dia bukan manusia macam saya
yang diam diperlakukan semaunya., dan dia satu-satunya orang yang bisa membuat
kamu melangkah lebih jauh lagi dari hadapan saya. Dia tidak akan mampu makanya
kehilangan saya nampak jauh lebih baik ketimbang harus melepaskannya. Dengan
saya sepimu bisa teratasi, dengan saya segala inginmu bisa tercukupi dan dengan
saya segala asa mu yang dingin bisa saya selimuti meski saya tahu luka yang
kamu tancap begitu dalam sampai-sampai sulit untuk disembuhkan. Kamu tahu saya
akan kembali maka dari itu kamu selalu seenaknya datang dan pergi tanpa pernah
bertanya apakah saya baik-baik saja.
Bagaimana
bisa kamu berulang kali mencari padahal saya tidak begitu berarti, apakah dia
tahu kamu sedang mencari saya? Mempertanyakan segala hal tentang kabar saya?
Sebegitu harusnya saya ada dikehidupanmu padahal Adapun saya hanya akan diberi
luka itu sekali lagi bahkan lagi dan lagi. Begitu memang Tuhan menciptakan
saya? Saya rasa tidak. Jadi sampai dimana kamu bisa membiarkan saya melewati
semuanya, meraih kata sembuh yang sejak hari itu ingin saya genggam , tidak
cukup satu tahun ini kamu menghancurkan segala rencana saya tentang lupa?
Kurang banyak air mata yang saya loloskan tepat dipipi saya yang semakin hari
semakin kurus, saya terjebak. Saya minta tolong, jangan cari saya hanya karna
ada yang hilang diharimu tapi kamu sendiri tidak menyadari arti dari keberadaan
saya. Lantas apa gunanya perempuan itu hadir keduniamu dan menggantikan saya
kalau akhirnya yang membuatmu hilang adalah keberadaan saya? Kamu mau ada 2
bidadari yang mendampingi hidupmu? Manusia sempurna macam apa yang bisa dengan
mudah menginginkan hal itu. Cinta itu satu dan tidak bisa dibagi dua, cinta
pada Tuhan cukup pada Tuhan saja kan. Sama juga kepada seorang perempuan,
seorang adalah kata yang menunjukan jumlah hanya satu. Jangan libatkan banyak
hati hanya untuk membuat egomu dimengerti. Semua insan juga punya ego yang
harus dituruti, jadi pada hakekatnya kamu tidak pernah kehilangan saya, kamu
hanya menyingkirkan saya dari posisi yang dulu sempat saya coba pertahankan
namun akhirnya kalah juga.
Komentar
Posting Komentar