WANITA DI PODIUM UTAMA
Kali
ini aku bercerita tentang seorang wanita yang begitu dicintai oleh lelaki yang
aku kagumi, ia selalu bisa membuat apa yang tidak mungkin padaku tetap terjadi
padanya. Entahlah, sepertinya nomor satu adalah gambaran dari dirinya, tidak
pernah aku mendapat celah itu meskipun berusaha sungguh-sungguh sudah aku
lakoni dan hasilnya tetap pada ia yang masih bertahan diurutan pertama.
Aku pikir mengusahakan semesta bisa
membuat dia tinggal lebih lama tapi nyatanya wanita di podium utama itu
mengalihkan segalanya, segala sabar, segala cinta bahkan segala usaha. Nampaknya menyerah sudah
berteriak minta diucapkan, aku hanya bisa menerima apa-apa yang ada bahkan
ketika hal buruk kembali lagi terjadi rasanya aku sudah tidak mau peduli. Rasanya memang sakit, sakit sekali. Membuat aku tidak bisa tidur dua hari dua malam, membuat aku
menghabiskan banyak waktu untuk berpikir, dan segala usaha yang pada akhirnya
jadi percuma.
Bagaimana
nasib sang cinta yang dibiarkan menaruh harap namun lenyap hanya dengan kata,
bagaimanapun ia memang layak dijaga diposisinya sebab aku tidak mampu membuat dia berusaha sampai pada
titik dimana ia menaruh harga dirinya dan memohon. Aku tidak bisa membuat dia
bersedih hanya karna cemburu, aku juga tidak mampu membuat dia bahagia dengan
kehadiran aku yang dirasa memang tak perlu. Yang bisa aku lakukan hanyalah berusaha
berada disisinya apapun kondisinya, apapun situasinya, dan apapun rasa bahagianya
meski bukan denganku. Miris memang, tapi begitulah titik tertinggi dari
mencintai seseorang. Belajar ikhlas dan menerima karna yang jahat bukan
kenyataan dunia tapi kenyataan fana yang diciptakan oleh logika manusia.
Wanita
itu punya tempat yang istimewa dihatinya, podium utama selalu diduduki oleh
wanita itu karna memang tempat yang disediakan olehnya hanya tentang wanita
itu. Bahkan untuk pindah ke lain hati ia tidak sanggup, jangankan pindah
melirik ke tempat dimana aku membangun segala inginnya saja ia tak mau. Dia
suka apa-apa yang juga aku sukai tapi satu hal yang baru aku sadari bahwa dia
tidak suka jika hal itu dilakukan denganku.
Yang
aku mau hanya dirinya bahagia,
bagaimanapun caranya dan jika salah satu
cara adalah dengan melepaskannya dengan wanita di podium utama itu, aku
berusaha untuk tidak kenapa-kenapa meski pada kenyataannya aku akan sangat
terluka.
Ia
pasti akan merasa sedih dan bersalah sebab ia pikir telah mengecewakan aku lagi, sungguh
aku tidak apa-apa. Aku juga tidak mau jadi manusia yang egois hanya karna ingin
dengannya.
Aku
hanya bisa berdoa dan meminta kepada sang Maha Cinta, Tuhan semesta alam yang
punya ribuan rencana baik yang telah disusun begitu apik. Aku berusaha lewat
doa yang pada akhirnya sampai dipangkuan sang pencipta. Aku juga ingin ada di podium utama itu jika bukan dihatimu
maka dihati orang yang kelak betul-betul mencintaiku. Sesederhana itu, karna
aku ingin pula duduk disana, di podium utama yang bagaimanapun aku bersikap tetap dicintai dengan segenap hati
yang utuh.
Wanita
di podium utama, kamu hebat bisa menjadi titik dimana ia berusaha begitu keras
hanya demi bersamamu, kamu juga jahat sudah membuat insan kesayanganku dan Tuhan
bersedih karna keegoisanmu. Tidak ada yang bisa aku lakukan, menggeser tempatmu
pun aku tidak bisa sebab ia yang ingin kamu ada disana dari awal sampai akhir perjalanan panjangnya, maka jangan lagi ada air mata
yang dia loloskan hanya untuk membuatmu tetap disampingnya. Hargai dia, sayangi
dia, kejar dia jika memang kamu cinta. Jika tidak, berikan aku jalan untuk
berlari kearahnya, menggenggam tangannya dan mengjauh sejauh-jauhnya darimu,
begitulah pesanku.
Terima
kasih sang Maha Cinta telah menitipkan hati yang kuat dalam mencintainya, ia
tidak punya kewajiban untuk membalas segala yang aku rasakan, ia hanya berhak
menjalani apa yang dirasa perlu dan berakhir bahagia.
Haknya adalah tetap mencintai wanita itu atau tidak
Kewajibannya
adalah tetap waras dan bahagia dengan siapa saja
Hakku
adalah mencintainya
Dan
kewajibanku adalah membuatnya bahagia apapun caranya.
Komentar
Posting Komentar