KISAH YANG TAK LAGI PILU

 

Membaca blog lama yang sudah usang membuat aku tertarik untuk menulis kisah baruku, setelah beberapa waktu lalu banyak asa dan pilu yang mampir silih berganti, rupanya semesta memang punya banyak cara yang adil dan menyenangkan. Terlepas dari segala rasa sakit yang dahulu sempat memporakporandakan duniaku, sekarang nampaknya satu persatu tiang kepercayaan mulai terbangun dengan utuh.

Aku bertemu dengan seorang lelaki muda yang entah datang dari mana tapi begitu istimewa, ia punya banyak cara untuk membuatku mengerti bahwa dunia memang tidak selalu indah, dengannya aku belajar banyak tentang arti kata rela dan ikhlas. Ia punya jalur belajar untuk tidak menghakimi kesalahan.

Aku pikir duniaku tidak akan lagi seindah itu, tetapi sang Maha Cinta punya takdir lain yang jauh lebih membahagiakan, aku dibersamai dengan seseorang yang betul-betul mencintaiku.  Ketika bersamanya dunia yang sebelumnya runtuh terasa tak lagi belenggu. Sulit memang mendeskripsikan rasa senang. Aku hanya tidak menyangka bahwa kejutan semesta semenakjubkan ini.

Akhirnya aku bisa menduduki posisi podium utama di hati orang yang tepat hingga aku merasa tidak ada lagi yang bisa menggantikan tempat yang memang ia suguhkan untuk aku duduki. Tempat yang sekarang aku tinggali bukan hanya sekedar rumah untuk beristirahat, tapi ini juga rumah untuk pulang dari segala asa yang melelahkan.

Saat ini aku benar-benar bahagia dan beruntung memilikinya, hingga tidak ada sedikitpun bayangan seperti apa hidupku jika ia tak ada, sungguh tak terbayang bahkan dibayangkan saja aku tidak mau. Dia seseorang yang dengan nekat menemaniku berlari, ia tidak pernah mempermasalahkan berapa lama, berapa kilometer yang harus ditempuh untuk menemaniku berlari bahkan ia juga tidak segan-segan mengendongku ketika kaki yang aku gunakan berlari kembali dipatahkan. Aku adalah bentuk keegoisan yang selalu ia utamakan, aku digenggam dengan isyarat yang tidak ingin dilepaskan. 

Berkat usahanya berlari bersamaku, kini bayangan gelap gulita itu tak lagi mengejar. Aku terbebas dari tali-tali menyakitkan. Yang terjadi malah aku jatuh dipelukannya.

Biarlah kini aku menikmati waktu yang sempat terbuang, untungnya aku tidak terlambat menyadari dan tak berlari seorang diri.

Tidak banyak kata lagi yang bisa mendeskripsikan perasaanku sekarang, hanya ada senang, haru dan rasa beruntung. Terima kasih sudah menyia-nyiakanku, karena jika tidak begitu aku tidak akan tahu siapa yang betul-betul mau menemaniku, sekarang aku sudah dalam dekapan lelaki itu. Dekapannya tak memaksa tapi penuh dengan rasa cinta.

Saat ini kisah baruku tercoret indah tanpa luka lebam yang menghiasinya, aku betul-betul masih tidak percaya dengan kenyataan yang kali ini berpihak padaku, segala jatuh kini telah bangkit, segala runtuh kini sudah terbangun kembali dan segala waktu yang sia-sia kini kembali jadi bahagia. 

Semoga ia tidak meninggalkan tanpa alasan dan kembali karna beralasan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meninggalkan Rumah