PERKENALAN LAGI

 

Semua kisah dimulai lagi dari awal, perkenalan aku dan dia betul-betul mengejutkan, berawal dari titip salam sampai ajakan foto bersama yang aku kira hanya guyonan. Segalanya tentu terdengar sangat biasa layaknya cinta monyet yang bertemu sekali langsung jatuh cinta tetapi tidak dengan kita. Butuh waktu kurang lebih satu tahun untuk bisa saling mengenal lebih jauh. Tentunya dengan banyak luka yang belum sembuh secara utuh. Namun hal itu tidak mengurungkan niatmu untuk mendekat, sampai pada akhirnya aku dibuat yakin dan percaya.

Banyak sekali kerikil yang kita lalui demi untuk kata bersama, seperti rasa kecewa dan gagal yang mampir beberapa kali namun sebanyak apapun kondisi yang memaksa dia untuk menyerah, ia tidak lakukan karena jika iya dia tidak ada bedanya dengan peran sebelumnya.

Sebenarnya demi untuk bersama yang banyak kecewa itu dia, sebab aku masih terus berusaha meyakinkan diri padahal ia sudah susah payah untuk meyakinkan dengan berbagai cara yang masih masuk akal. Aku si keras kepala dengan banyak opini yang melayang-layang membuat yakinnya jadi sedikit memudar. Perlu dua kali fase pendinginan agar aku benar-benar yakin dan berkata iya. Jika diingat-ingat lagi usahanya sudah sampai diambang batas menyerah, aku beruntung sangat beruntung karna hatinya masih mau menuju ke arahku hingga aku menyambut tangannya dengan senyuman yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

Awal perkenalan yang singkat tapi membekas sampai sekarang, meski harus mengenal lagi, mencoba mengerti lagi aku sama sekali tidak merasa kesulitan jika itu dengannya. Perkenalan kita lebih seperti membangun alur cerita bahagia yang disukai banyak kaula muda, semua berjalan baik dan menyenangkan. Hal kecil yang coba ia sampaikan mendarat mulus diteligaku tanpa ada anggapan buruk dari orang-orang sekitar justru hal-hal baik ikut mengalir disamping doa yang mereka panjatkan untukku dan dia.

Banyak yang tidak menyangka perkenalan kita singkat namun butuh waktu panjang, sampai dua purnama hilir berganti aku baru menyadari bahwa memang dia yang aku cari, semoga.

Sebenarnya, jauh setelah perkenalan itu dilakukan ia tetap saja meyakinkan meski aku tidak paham apa yang ia jelaskan, dia tidak berhenti tapi dia betul-betul menuntunku untuk memahami isi kepalanya dan juga niat baiknya. Ketika aku sudah berada dipelukannya, aku mengerti kenapa waktu itu ia dengan sungguh-sungguh berjuang hanya demi kata bersama, satu-satunya hal yang bisa aku simpulkan adalah dia mencintaku.

Hingga aku sadar perkenalan adalah penangkal paling mujarab yang Tuhan berikan atas luka-luka yang aku dan dia rasakan oleh peran istimewa yang mungkin kita agungkan, dahulu. Biarlah perkenalan jadi saksi bisu kebersamaan yang kita jalin sampai dihari ini, jika boleh meminta aku ingin dia jadi orang terakhir yang Tuhan bersamai denganku.

Terima kasih sudah mau berkenalan, tak menyerah, dan berujung pertemuan.

Kini duniaku jadi luas, berwarna dan penuh cerita sebab dialah yang jadi peran utama rasa bahagia yang tiada pernah ku duga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meninggalkan Rumah