PENDEWASAAN HUBUNGAN

 Tulisan saya kali ini isinya tidak muluk-muluk hanya ingin menulis saja apa yang menari-nari dikepala.

Beberapa waktu terakhir ini banyak waktu yang dihabiskan dengan nonton konten di youtube yang isinya membahas soal ‘Relationship’. Ada banyak hal yang dibahas disana, cara berbagai kalangan menghadapi masa-masa pendewasaan dalam hubungan yang dijalin oleh dua orang.

Dalam hal ini saya menyebutnya dengan fase pendewasaan hubungan, di mana setiap insan punya fase masing-masing dalam mencapai puncak hubungan yang bisa disebut serius. Hubungan yang dijalin oleh remaja usia 15-18 tahun dengan seseorang berumur 20 tahunan memang tidak beda jauh karna pada prinsipnya hubungan bisa dijalin jika kedua insan saling mencintai.

Tetapi dalam kategori hubungan yang dewasa menang atau kalah dalam sebuah perdebatan bukanlah jadi hal yang paling berarti sebab mengalah agar mendapat ketenangan isi kepada lalu mendapat solusi adalah yang terbaik, lain halnya dengan rentan usia remaja yang isinya ribut-ribut soal perasaan yang masih mengawang. Pendewasaan hubungan terjadi apabila salah satu pihak mampu melerai ego sendiri dan pasangannya, sehingga tidak ada lagi ribut-ribut yang tak perlu. Namun sebagian orang masih belum tahu apa pentingnya mengalah dan apa ruginya meneriaki kemauan sendiri.

Pertama, mengalah tidak selalu tentang salah dan kalah, melainkan salah satu ego kita menurunkan dirinya untuk bersedia menerima keadaan yang sulit dan mengerti bahwa saat ini bukanlah situasi yang baik untuk dibicarakan. Kata ini popular digunakan “jangan membuat janji ketika senang dan jangan membuat keputusan ketika kedang kacau” dan kalimat tersebut benar adanya.

Kedua, diri kita sendiri akan merasa rugi dan kecewa Ketika suasana hubungan yang panas dibaluti dengan ego yang tinggi, kemauan yang belum tentu dimengerti dan sudah tidak ada kesabaran lagi untuk menjelaskan maksud dari kemauan itu. Selain itu, pikirkan Kembali, apakah kemauanmu sesuai dengan situasi yang dihadapi, apakah kemauanmu tidak memberatkan atau menyakiti pasanganmu? Hubungan dewasa dijalin atas dasar cinta dua orang manusia yang pastinya punya watak berbeda, pastikan setiap keputusannya dibuat bersama sehingga tidak ada salah satu insan yang terluka karna keputusan egois yang datang dari diri sendiri.

Setiap orang haus bahagia itu wajar, apalagi haus ego yang minta terus menerus dituruti.

Pendewasaan hubungan juga dapat dilihat dari urutan prioritas, hubungan yang dewasa tidak lagi soal kamu dan kamu dalam hidupnya. Tetapi ada segudang hal-hal yang jauh lebih penting dan jauh lebih harus didahului ketimbang ego pasangan. Kunci hubungan dewasa bukan lagi terletak pada prioritas nomor keberapa kita melainkan harus tetap punya rasa terbuka, jujur, dan cinta. Sebab hubungan yang dewasa bukan lagi 24/7 bersama tapi memaklumi ketidakhadiran dengan rasa percaya.

Ada satu kutipan lagi dari satu konten yang saya saksikan beberapa waktu lalu, isinya begini “ubah ekspektasi terhadap pasangan itu menjadi suatu kemakluman” dari sini kita bisa belajar bahwa sering kali yang membuat patah bukan keputusan atau perilaku pasangan melainkan ekspektasi tinggi yang kita nobatkan kepada pasangan. Situasi bisa berubah kapanpun sebab itulah jangan mengandalkan ekspektasi terpenuhi dengan berharap pasangan akan mengerti tapi coba maklumi hal-hal diluar itu demi kebaikan dan keberlangsungan hubungan yang baik.

Dewasa juga bukan tentang umur tetapi tentang kematangan pola pikir untuk jangka waktu yang panjang.

Jangan kira hubungan yang dewasa itu tidak punya rasa cemburu, rasa cemburu pasti selalu ada munafik jika tidak. Hanya saja cara dalam mengungkapkannya jadi lebih hati-hati dan tidak terkesan buru-buru bahkan emosi. Semua permasalahan bisa selesai dengan bicara dari hati ke hati. Memendam apa yang dirasa sendiri tidak akan membantu melerainya, malah semakin menumbuhkan prasangka buruk terhadap keberlangsungan hubungan. Bicarakanlah apa yang menganjal dikepala, bukan bertanya dengan tuduhan tapi menejelaskan keadaan.

Hubungan dewasa juga lebih sering menerima dibanding menghakimi. Itu sebabnya kenapa pendewasaan hubungan sangat rentan dan sulit karna sebagain besar darinya adalah soal mengesampingkan keinginan jadi ketersediaan.

Saya masih belajar dan menerka agar sampai ditahap pendewasaan hubungan yang baik, tidak banyak tuntut dan mencoba berdamai dengan waktu-waktu padat. Saya rasa hubungan akan terus berjalan dan bertahan jika keduanya masih mau berusaha dan meningkatkan lagi perasaan cinta terhadap pasangan.

Jadi dewasa memang tidak mudah, maka dari itu lapangkan hati, damaikan diri dengan waktu dan kondisi agar segala resah tak berujung dikata pisah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meninggalkan Rumah