MASIH TERJEBAK
Seseorang yang pernah menyimpan begitu banyak duka dan pilu tidak membuat aku sadar bahwa sedari awal memang bukan aku yang dia suguuhkan segala kasih dan sayang. Melainkan pelarian hebat dari rasa sakit yang kembali ia rasakan. Aku masih tetap ada disana, diruang tunggu yang entah ditemui kapan atau bahkan tidak akan mungkin ia temui sama sekali, tidak banyak rasa senang yang dapat jadi tiang untuk bertahan, hanya saja aku terus berdalih pada kata sayang yang sebenarnya itu hanya rasa bimbangku yang belum menemukan tuan baru untuk ditinggali. Satu-satunya hal yang ingin aku lakukan hanyalah lari, lari sejauh jauhnya dari segala asa yang aku nikmati sendiri. Berlari sendiri memang menyebalkan, maka aku butuh orang yang bersedia menemaniku berlari, aku tidak tahu harus lari sejauh apa agar segala rasa takutku tertinggal dibelakang, aku hanya mau ditemani lari bukan ditemani untuk tinggal dirumah yang sudah disiapkan utuh untukku. Aku mau ada manusia yang bersedia lelah bersama...