Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Aku tidak menyesal

Aku tidak menyesal Jika ditanya apakah aku menyesal menjadi aku yang mencintaimu? Jawabannya adalah tidak, tidak sama sekali. Aku hanya kesal mengapa aku masih saja cinta padahal kamu sudah jauh melangkah pergi dan mencari penggantiku. Menyesal hanya untuk mereka yang tidak tulus, karna sesungguhnya rasa bila dibiarkan terluka tidak akan berubah jadi dusta hanya akan tetap jadi rasa yang sama meskipun rasa itu hanya dipegang sendiri. Sudah paham sampai detik ini bagaimana aku mencintaimu? Bagaimana caraku menghadapi perpisahan yang sebenarnya tidak aku inginkan tapi kita juga tidak bisa memaksa seseorang tetap bersama sedangkan hatinya ingin sekali beranjak pergi, maka dari itu aku biarkan kamu keluar, keluar mencari rumput tetangga yang 'katanya' lebih hijau dari rumput sendiri. Aku hanya seorang manusia yang punya hati yang dikala kehilangan sesuatu yang berharga akan merasa sedih, hal itu wajar kalau punya HATI.  Hal yang aku sayangkan adalah ketika tidak sempat melakukan...

Benarkah kita sudah berpisah?

Benarkah kita sudah berpisah?             Berpisah denganmu bukan lagi jadi hal yang sulit dipercaya karena sebelum kehilanganmu aku sudah merasa bahwa aku berjalan seorang diri hanya ditemani bayangan kenangan kita, entah aku gila atau semacamnya tapi sepiku sebelum kehilanganmu lebih dahsyat dari fase setelah aku kehilanganmu. Berkali-kali mereka bertanya apa benar kalian sudah berpisah? Lantas untuk apa lagi bertahan pada hati yang sudah putar haluan, tidak akan bisa berjalan ke arah yang sama secara bersamaan hanya akan membuat kapal itu ter ombang-ambing tak tentu arah.             Berkali-kali disangkal tidak mengubah semuanya, aku dengan diriku dan kamu dengan dirimu kita sudah bukan lagi satu kesatuan yang bersuara hanya sebagai kenangan bisu yang berputar tiba-tiba tanpa tombol putar dan berhenti. Benar kita sudah berpisah? Benar dan sangat dibenarkan. Tapi ap...

Bagaimana aku sekarang?

Bagaimana aku sekarang ?             Aku lebih sering tertawa padahal hatiku begitu terluka, terlihat baik bukan berarti baik-baik saja aku hanya berusaha menyadarkanmu bahwa kehilangan bukan menjadi alasanku untuk berhenti tertawa tapi tetap saja saat sendirian aku menangis sejadi-jadinya apalagi saat melewati tempat-tempat bersejarah perjalanan kita.             Apakah kamu juga begitu? Atau kamu hanya cukup mengingatnya sebentar lalu beralih ke kebebasan yang selama ini kamu inginkan? Aku sudah cukup jauh menaruh kamu di hatiku jadi untuk kehilanganmu dan beralih ke hal lain aku belum mampu, aku belum bisa bahkan belum ada keinginan untuk itu. Maaf jika banyak bisikan rindu setelah aku kehilanganmu, percayalah setelah tidak lagi bersama rinduku semakin meronta ronta tidak tahu malu memang.             Setelah ...