Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Saling lupa lagi

Lagi lagi hari dimana sebuah perpisahan melambai bebas disebrang sana. Memaksa raga dan batin saling bertukar peran, merasa lelah dengan keadaan yang selalu punya ending yang sama. Datang, pergi, kembali, hilang, lupa, dan jumpa. Semua benar-benar berakhir dihari ini, usaha yang siang malam dipupuk, pertahanan yang setiap menit dibangun sebentar lagi akan roboh dalam hitungan jam. Perlahan dipaksa merelakan sesuatu yang menyakitkan namun menyenangkan membuat semua darah dalam diri berhenti mengalir. Seperti ingin menghentikan waktu dan punya banyak kesempatan untuk mengulang dan bersama. Entahlah, setelahnya dunia kembali akan pontang panting mencari titik senang. Dia kian bebas berlabuh dipelabuhan baru atau kembali ke pelabuhan dimana hatinya diporak porandakan.  Rumah yang berusaha aku suguhkan nampaknya tidak lebih baik dari tinggal dijalanan bersama kebebasan. Tempat dimana seharusnya manusia pulang dan beristirahat malah dijadikan tempat singgah yang hanya memperlambat luka b...

Perpisahan yang kembali dirayakan

Merelakan tampaknya tidak bersahabat dengan rasa senang, karna pastinya hal yang berusaha keras direlakan pada akhirnya akan jadi berita duka bagi diri sendiri dan rasa senangnya ada ditahap kembali merayakannya sekali lagi. Tidak banyak kata perpisahan yang saya ucapkan waktu itu karna sejatinya kamu sudah duluan pergi tanpa sepatah kata hati-hati dan terima kasih, segala yang terlewati beratus-ratus hari kebelakang rasanya belum cukup membawa saya kepada kata ‘sudah rela’ atau paling tidak kata merelakan sudah ada dalam rencana saya. Pada akhirnya perpisahan, kehilangan, dan hal menyedihkan lainnya akan kembali lagi dikenang bahkan sesekali dirayakan, bukan sekali tapi sudah hampir kebeberapa kalinya. Tidak mudah memang bersorak hore.. hore .. ditengah kepahitan kenyataan sebab merelakan perpisahan yang tengik sama saja membuka luka itu sekali lagi. Perpisahan yang kerap jadi musuh besar kita pada saat itu akhirnya jadi keinginan terbesarmu, hingga sampai hari dimana itu terjadi ...

Tidak Pernah Kehilangan

  Apa yang paling diingat ketika kehilangan seseorang atau sesuatu yang disukai? Rasa sepi, salah satunya. Tapi bagaimana ketika kehilangan sepinya juga tidak pernah ada? Lalu bisakah hal tersebut dinamakan kehilangan? Singkatnya begini, saya kehilangan kamu dan setelah ini kita bukan lagi apa-apa dihati masing-masing, saya akan berubah dan kamupun sama. Lain cerita jika kamu yang kehilangan saya, karna sejauh apapun saya pergi kamu   tahu jawaban saya pasti kembali lagi, lagi, dan lagi. Memasuki beberapa lubang yang pernah membuat saya jatuh berkali-kali, makanya kehilangan saya tidak pernah jadi hal yang mengerikan sebab hilangnya saya cukup membebaskan kamu dari ini itu yang berkaitan dengan saya tetapi hal lainnya tidak. Karna kamu tahu saya akan iya-iya saja dan memaafkan, kamu senang menarik ulur keberadaan saya yang akhirnya jadi lelucon antara kamu dan perempuan itu.   Sampai sejauh ini saya paham kenapa kamu enggan melepaskannya dan lebih memilih untuk kehila...