Saling lupa lagi
Lagi lagi hari dimana sebuah perpisahan melambai bebas disebrang sana. Memaksa raga dan batin saling bertukar peran, merasa lelah dengan keadaan yang selalu punya ending yang sama. Datang, pergi, kembali, hilang, lupa, dan jumpa. Semua benar-benar berakhir dihari ini, usaha yang siang malam dipupuk, pertahanan yang setiap menit dibangun sebentar lagi akan roboh dalam hitungan jam. Perlahan dipaksa merelakan sesuatu yang menyakitkan namun menyenangkan membuat semua darah dalam diri berhenti mengalir. Seperti ingin menghentikan waktu dan punya banyak kesempatan untuk mengulang dan bersama. Entahlah, setelahnya dunia kembali akan pontang panting mencari titik senang. Dia kian bebas berlabuh dipelabuhan baru atau kembali ke pelabuhan dimana hatinya diporak porandakan. Rumah yang berusaha aku suguhkan nampaknya tidak lebih baik dari tinggal dijalanan bersama kebebasan. Tempat dimana seharusnya manusia pulang dan beristirahat malah dijadikan tempat singgah yang hanya memperlambat luka b...