Postingan

DISKUSI DENGAN TUHAN

Setiap malam ada banyak hal yang aku diskusikan dengan Tuhan, tentang kehidupan dan juga tentangmu. Pertanyaan-pertanyaan semu yang tidak hilang hanya dengan bicara, ada beribu jawaban yang mampir kelubuk hatiku tapi hanya satu yang aku tidak tahu yaitu perubahan sikapmu. Entah benar atau salah namun posisi kita tidak ada dikeduanya. Tak hanya diskusi ada beberapa hal yang juga aku negosiasikan dengan Tuhan, bisa atau tidak tapi aku maunya kamu. Mungkin Tuhan selalu tertawa ketika umatnya menangis hanya karna seorang manusia tapi masih saja aku melakukannya. Mengecewakan Sang Pencipta hanya demi dibersamai dengan pilihanku. Jelas Tuhan marah dan cemburu hingga menjadikan perubahanmu sebagai cambuk yang melukaiku. Hal bodoh lainnya, aku masih saja memintamu pada Tuhan, meminta segala bahagia yang pernah mampir kembali terjadi dan Tuhan masih saja baik, memberiku udara segar melalui sebuah pertemuan meski aku bisa saja lebih sering bertemu dengannya daripada manusia di bumi. Setelah ...

PENDEWASAAN HUBUNGAN

  Tulisan saya kali ini isinya tidak muluk-muluk hanya ingin menulis saja apa yang menari-nari dikepala. Beberapa waktu terakhir ini banyak waktu yang dihabiskan dengan nonton konten di youtube yang isinya membahas soal ‘Relationship’ . Ada banyak hal yang dibahas disana, cara berbagai kalangan menghadapi masa-masa pendewasaan dalam hubungan yang dijalin oleh dua orang. Dalam hal ini saya menyebutnya dengan fase pendewasaan hubungan, di mana setiap insan punya fase masing-masing dalam mencapai puncak hubungan yang bisa disebut serius. Hubungan yang dijalin oleh remaja usia 15-18 tahun dengan seseorang berumur 20 tahunan memang tidak beda jauh karna pada prinsipnya hubungan bisa dijalin jika kedua insan saling mencintai. Tetapi dalam kategori hubungan yang dewasa menang atau kalah dalam sebuah perdebatan bukanlah jadi hal yang paling berarti sebab mengalah agar mendapat ketenangan isi kepada lalu mendapat solusi adalah yang terbaik, lain halnya dengan rentan usia remaja yang i...

DUNIA BEROTASI

Hari-hari terlewati sama seperti sebelumnya hanya saja banyak yang berubah, entah bagaimana bisa perubahan itu terjadi begitu signifikan sampai-sampai banyak hal-hal menyenangkan berlalu tanpa ada bekas sedikitpun. Segala perubahan sikap dan sifat mulai terjadi disetiap harinya, banyak pernyataan dan kebingungan yang terjadi, entah ini salah siapa. Aku atau kamu dan mungkin ini salah kita berdua. Setiap manusia tentu tidak munafik, bahwa segala yang berjuang memang paling keras diawal tapi tidak memungkinkan setelahnya mereka yang sadar akan terus berjuang sampai akhir. Namanya juga manusia, namanya juga mood seseorang pasti punya pasang surutnya sendiri entah semakin baik atau justru malah semakin buruk dan posisi kita ada ditengah-tengah. Senja yang pada saat itu kamu janjikan untuk tetap hadir dilangitku kini perlahan mulai terbenam oleh prasangka-prasangka yang aku asumsikan sebab perubahan itu datang tanpa permisi, membuat seluruh buluk kuduk merinding tidak karuan. Pada ...

RASA SENANG ITU BAHAYA

  Dunia yang paling berbahaya adalah dunia yang dipenuhi dengan rasa senang, karna dengan begitu semua kemungkinan menyakitkan seakan tidak pernah lagi ada namun kenyataannya banyak sisi  yang bisa berubah jadi petaka yang menjatuhkan. Sekuat apapun manusia menghindar dari kegagalan, mereka akan tetap menemukan jalan untuk jatuh tapi tentunya jalan untuk bangkit tetap melambai disebrang sana. Hati-hati kepada hati yang senang, wasapadalah pada setiap lekuk indah kehidupan sebab dunia hanya menyuguhkan hal-hal yang fana dan tentu tidak selamanya. Yang senang akan sedih dan yang sedih akan senang kembali. Berputar diporos-poros kehidupan banyak insan, mengitari roda-roda kehidupan banyak kepala membuat kita tidak bisa berpikir jernih jika sedang senang. Rasa senang juga bisa menimbulkan banyak prasangka   seperti cepat merasa puas dan kehilangan minat untuk mengetahui sisi kelam dunia. Padahal dari kelam kita belajar banyak tentang sabar. Meski setiap orang selalu ingin s...

PERKENALAN LAGI

  Semua kisah dimulai lagi dari awal, perkenalan aku dan dia betul-betul mengejutkan, berawal dari titip salam sampai ajakan foto bersama yang aku kira hanya guyonan. Segalanya tentu terdengar sangat biasa layaknya cinta monyet yang bertemu sekali langsung jatuh cinta tetapi tidak dengan kita. Butuh waktu kurang lebih satu tahun untuk bisa saling mengenal lebih jauh. Tentunya dengan banyak luka yang belum sembuh secara utuh. Namun hal itu tidak mengurungkan niatmu untuk mendekat, sampai pada akhirnya aku dibuat yakin dan percaya. Banyak sekali kerikil yang kita lalui demi untuk kata bersama, seperti rasa kecewa dan gagal yang mampir beberapa kali namun sebanyak apapun kondisi yang memaksa dia untuk menyerah, ia tidak lakukan karena jika iya dia tidak ada bedanya dengan peran sebelumnya. Sebenarnya demi untuk bersama yang banyak kecewa itu dia, sebab aku masih terus berusaha meyakinkan diri padahal ia sudah susah payah untuk meyakinkan dengan berbagai cara yang masih masuk akal....

KISAH YANG TAK LAGI PILU

  Membaca blog lama yang sudah usang membuat aku tertarik untuk menulis kisah baruku, setelah beberapa waktu lalu banyak asa dan pilu yang mampir silih berganti, rupanya semesta memang punya banyak cara yang adil dan menyenangkan. Terlepas dari segala rasa sakit yang dahulu sempat memporakporandakan duniaku, sekarang nampaknya satu persatu tiang kepercayaan mulai terbangun dengan utuh. Aku bertemu dengan seorang lelaki muda yang entah datang dari mana tapi begitu istimewa, ia punya banyak cara untuk membuatku mengerti bahwa dunia memang tidak selalu indah, dengannya aku belajar banyak tentang arti kata rela dan ikhlas. Ia punya jalur belajar untuk tidak menghakimi kesalahan. Aku pikir duniaku tidak akan lagi seindah itu, tetapi sang Maha Cinta punya takdir lain yang jauh lebih membahagiakan, aku dibersamai dengan seseorang yang betul-betul mencintaiku.   Ketika bersamanya dunia yang sebelumnya runtuh terasa tak lagi belenggu. Sulit memang mendeskripsikan rasa senang. Aku h...

MASIH TERJEBAK

Seseorang yang pernah menyimpan begitu banyak duka dan pilu tidak membuat aku sadar bahwa sedari awal memang bukan aku yang dia suguuhkan segala kasih dan sayang. Melainkan pelarian hebat dari rasa sakit yang kembali ia rasakan. Aku masih tetap ada disana, diruang tunggu yang entah ditemui kapan atau bahkan tidak akan mungkin ia temui sama sekali, tidak banyak rasa senang yang dapat jadi tiang untuk bertahan, hanya saja aku terus berdalih pada kata sayang yang sebenarnya itu hanya rasa bimbangku yang belum menemukan tuan baru untuk ditinggali. Satu-satunya hal yang ingin aku lakukan hanyalah lari, lari sejauh jauhnya dari segala asa yang aku nikmati sendiri. Berlari sendiri memang menyebalkan, maka aku butuh orang yang bersedia menemaniku berlari, aku tidak tahu harus lari sejauh apa agar segala rasa takutku tertinggal   dibelakang, aku hanya mau ditemani lari bukan ditemani untuk tinggal dirumah yang sudah disiapkan utuh untukku. Aku mau ada manusia yang bersedia lelah bersama...