Postingan

PERKENALAN LAGI

  Semua kisah dimulai lagi dari awal, perkenalan aku dan dia betul-betul mengejutkan, berawal dari titip salam sampai ajakan foto bersama yang aku kira hanya guyonan. Segalanya tentu terdengar sangat biasa layaknya cinta monyet yang bertemu sekali langsung jatuh cinta tetapi tidak dengan kita. Butuh waktu kurang lebih satu tahun untuk bisa saling mengenal lebih jauh. Tentunya dengan banyak luka yang belum sembuh secara utuh. Namun hal itu tidak mengurungkan niatmu untuk mendekat, sampai pada akhirnya aku dibuat yakin dan percaya. Banyak sekali kerikil yang kita lalui demi untuk kata bersama, seperti rasa kecewa dan gagal yang mampir beberapa kali namun sebanyak apapun kondisi yang memaksa dia untuk menyerah, ia tidak lakukan karena jika iya dia tidak ada bedanya dengan peran sebelumnya. Sebenarnya demi untuk bersama yang banyak kecewa itu dia, sebab aku masih terus berusaha meyakinkan diri padahal ia sudah susah payah untuk meyakinkan dengan berbagai cara yang masih masuk akal....

KISAH YANG TAK LAGI PILU

  Membaca blog lama yang sudah usang membuat aku tertarik untuk menulis kisah baruku, setelah beberapa waktu lalu banyak asa dan pilu yang mampir silih berganti, rupanya semesta memang punya banyak cara yang adil dan menyenangkan. Terlepas dari segala rasa sakit yang dahulu sempat memporakporandakan duniaku, sekarang nampaknya satu persatu tiang kepercayaan mulai terbangun dengan utuh. Aku bertemu dengan seorang lelaki muda yang entah datang dari mana tapi begitu istimewa, ia punya banyak cara untuk membuatku mengerti bahwa dunia memang tidak selalu indah, dengannya aku belajar banyak tentang arti kata rela dan ikhlas. Ia punya jalur belajar untuk tidak menghakimi kesalahan. Aku pikir duniaku tidak akan lagi seindah itu, tetapi sang Maha Cinta punya takdir lain yang jauh lebih membahagiakan, aku dibersamai dengan seseorang yang betul-betul mencintaiku.   Ketika bersamanya dunia yang sebelumnya runtuh terasa tak lagi belenggu. Sulit memang mendeskripsikan rasa senang. Aku h...

MASIH TERJEBAK

Seseorang yang pernah menyimpan begitu banyak duka dan pilu tidak membuat aku sadar bahwa sedari awal memang bukan aku yang dia suguuhkan segala kasih dan sayang. Melainkan pelarian hebat dari rasa sakit yang kembali ia rasakan. Aku masih tetap ada disana, diruang tunggu yang entah ditemui kapan atau bahkan tidak akan mungkin ia temui sama sekali, tidak banyak rasa senang yang dapat jadi tiang untuk bertahan, hanya saja aku terus berdalih pada kata sayang yang sebenarnya itu hanya rasa bimbangku yang belum menemukan tuan baru untuk ditinggali. Satu-satunya hal yang ingin aku lakukan hanyalah lari, lari sejauh jauhnya dari segala asa yang aku nikmati sendiri. Berlari sendiri memang menyebalkan, maka aku butuh orang yang bersedia menemaniku berlari, aku tidak tahu harus lari sejauh apa agar segala rasa takutku tertinggal   dibelakang, aku hanya mau ditemani lari bukan ditemani untuk tinggal dirumah yang sudah disiapkan utuh untukku. Aku mau ada manusia yang bersedia lelah bersama...

FALL AGAIN

Hari ini aku bukan ingin membuat tulisan dengan kata yang bermakna konotatif dan bermajas. Hari ini aku hanya ingin menumpahkan segala yang aku rasakan melalui tulisan, maka segala yang ada disini bukan apa yang ingin kalian baca tapi tulisan ini menyajikan apa-apa yang aku pendam dan kemudian aku tumpahkan. Aku kembali lagi terluka, pada fakta yang sama fakta bahwa kamu   masih amat mencintainya, fakta bahwa kamu kembali kedalam pelukannya dan fakta bahwa selama ini aku dibuat mencinta namun kamu jatuhkan lagi dengan fakta kamu adalah miliknya. Mulai detik ini aku tidak akan pernah lagi percaya pada kata tidak yang keluar dari bibirmu, entah kenapa kata tidak seperti kiasan kata ia yang amat dijaga, dengan embel-embel menjaga perasaanku. Kamu utarakan kata tidak untuk sesuatu yang masih kamu inginkan tapi tidak denganku. Aku kembali lagi hancur dihantam keras kenyataan yang sedari waktu itu aku percaya tidak akan lagi terjadi, kamu mencintainya dengan segenap rasa yang kamu p...

WANITA DI PODIUM UTAMA

  Kali ini aku bercerita tentang seorang wanita yang begitu dicintai oleh lelaki yang aku kagumi, ia selalu bisa membuat apa yang tidak mungkin padaku tetap terjadi padanya. Entahlah, sepertinya nomor satu adalah gambaran dari dirinya, tidak pernah aku mendapat celah itu meskipun berusaha sungguh-sungguh sudah aku lakoni dan hasilnya tetap pada ia yang masih bertahan diurutan pertama. Aku   pikir mengusahakan semesta bisa membuat dia tinggal lebih lama tapi nyatanya wanita di podium utama itu mengalihkan segalanya, segala sabar, segala cinta   bahkan segala usaha. Nampaknya menyerah sudah berteriak minta diucapkan, aku hanya bisa menerima apa-apa yang ada bahkan ketika hal buruk kembali lagi terjadi rasanya aku sudah tidak mau peduli. Rasanya memang sakit, sakit sekali. Membuat aku tidak bisa tidur dua hari dua malam, membuat aku menghabiskan banyak waktu untuk berpikir, dan segala usaha yang pada akhirnya jadi percuma. Bagaimana nasib sang cinta yang dibiarkan menaruh ...

Saling lupa lagi

Lagi lagi hari dimana sebuah perpisahan melambai bebas disebrang sana. Memaksa raga dan batin saling bertukar peran, merasa lelah dengan keadaan yang selalu punya ending yang sama. Datang, pergi, kembali, hilang, lupa, dan jumpa. Semua benar-benar berakhir dihari ini, usaha yang siang malam dipupuk, pertahanan yang setiap menit dibangun sebentar lagi akan roboh dalam hitungan jam. Perlahan dipaksa merelakan sesuatu yang menyakitkan namun menyenangkan membuat semua darah dalam diri berhenti mengalir. Seperti ingin menghentikan waktu dan punya banyak kesempatan untuk mengulang dan bersama. Entahlah, setelahnya dunia kembali akan pontang panting mencari titik senang. Dia kian bebas berlabuh dipelabuhan baru atau kembali ke pelabuhan dimana hatinya diporak porandakan.  Rumah yang berusaha aku suguhkan nampaknya tidak lebih baik dari tinggal dijalanan bersama kebebasan. Tempat dimana seharusnya manusia pulang dan beristirahat malah dijadikan tempat singgah yang hanya memperlambat luka b...

Perpisahan yang kembali dirayakan

Merelakan tampaknya tidak bersahabat dengan rasa senang, karna pastinya hal yang berusaha keras direlakan pada akhirnya akan jadi berita duka bagi diri sendiri dan rasa senangnya ada ditahap kembali merayakannya sekali lagi. Tidak banyak kata perpisahan yang saya ucapkan waktu itu karna sejatinya kamu sudah duluan pergi tanpa sepatah kata hati-hati dan terima kasih, segala yang terlewati beratus-ratus hari kebelakang rasanya belum cukup membawa saya kepada kata ‘sudah rela’ atau paling tidak kata merelakan sudah ada dalam rencana saya. Pada akhirnya perpisahan, kehilangan, dan hal menyedihkan lainnya akan kembali lagi dikenang bahkan sesekali dirayakan, bukan sekali tapi sudah hampir kebeberapa kalinya. Tidak mudah memang bersorak hore.. hore .. ditengah kepahitan kenyataan sebab merelakan perpisahan yang tengik sama saja membuka luka itu sekali lagi. Perpisahan yang kerap jadi musuh besar kita pada saat itu akhirnya jadi keinginan terbesarmu, hingga sampai hari dimana itu terjadi ...